Kamis, 05 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 051: Keutamaan Tauhīd (Bagian Ketiga)

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 18 Rabi'ul Awwal 1442 H / 04 November 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 051: Keutamaan Tauhīd (Bagian Ketiga) 
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-051
〰〰〰〰〰〰〰

*KEUTAMAAN TAUHĪD (BAGIAN KETIGA)*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 
 

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ

_"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."_

(QS. Al An'ām: 82) 

Maka mereka akan memperoleh: ٱلۡأَمۡنُ (ketenangan), وَهُم مُّهۡتَدُونَ (dan mereka akan diberi petunjuk).

Disini Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan pernyataan bahwasanya orang yang beriman (imannya benar) dan tidak melakukan berbagai macam kezhaliman, maka Allāh akan memberikan: ٱلۡأَمۡن (keamanan), memperoleh as sakinah. 

Allāh memberikan pernyataan bahwasanya orang-orang Quraish ketika musim panas mereka berdagang ke negeri Syām dan ketika musim dingin mereka berdagang ke negeri Yaman.

Allāh berfirman: 

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍۢ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

_"Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla Dzaat yang telah memberikan kepada mereka rasa cukup (cukup makan, cukup minum) tatkala mereka lapar, dan Allāh memberikan rasa aman dari rasa ketakutan."_

(QS. Al Quraish: 4)

Ada orang yang hidupnya selalu diliputi rasa takut (tidak bisa makan) dan rasa tidak nyaman, maka kita harus bersyukur kepada Allāh karena kita masih bisa makan dan minum dengan baik. Alhamdulillāh apa yang menjadi harapan dan cita-cita kita, kita peroleh dengan mudah tanpa ada hal yang menghalangi. 

Ikhwan akhawatiy fīllāh rahimakumullāh 

Ibnu Jarīr ketika beliau mengomentari firman Allāh diatas (QS. Al An'ām: 82), beliau mengatakan, dari Arabiy ibn Annas dia berkata:

الإخلاص لله وحده

_"Ikhlas itu hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata."_

Iman adalah segala sesuatu yang ditunaikan/ dikerjakan/dilakukan untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata.

Ibnu Katsīr mengatakan: 

أي : هؤلاء الذين أخلصوا العبادة لله وحده، ولم يُشرِكوا به شيئًا

_"Mereka orang-orang yang ikhlas di dalam beribadah karena Allāh semata dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun."_

Tentunya suatu hal yang berat. Ketika eseorang melakukan suatu amal  pasti banyak godaan.  Orang hidup pasti banyak cobaan, biasanya menenggok ke kanan atau ke kiri, kecuali mereka yang mendapatkan rahmat dari Allāh. 

Māsyā Allāh. 

Maka dikatakan: 

الذين أخلصوا العبادة لله وحده

_"Mereka yang konsentrasi di dalam beribadah untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata."_

Salah satu di antara penjelasan yang disebutkan para ulama yaitu, "Sekiranya kamu beribadah sendiri di padang pasir pun maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan menguatnya."

Māsyā Allāh 

Dalam artian, apa yang dilakukan oleh seorang hamba diketahui oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Walau orang tersebut sudah menyembunyikannya namun terkadang orang lain tahu.

Al Imam Al Bukhāri rahimahullāh adalah seorang yang sangat ikhlas. Tatkala beliau selesai mengajar dan siswanya sudah diperkenankan untuk pergi karena pembelajaran sudah selesai, beliau rahimahullāh masih tetap berada di masjid sampai beliau yakin tidak ada orang yang melihat.

Kemudian beliau rahimahullāh mengambil benang yang menempel di atas karpet dan mengantonginya. Beliau merasa sudah melakukan perbuatan menyembunyikan amal tetapi salah seorang siswanya melihat dari kejauhan sehingga cerita tersebut beredar sampai sekarang. Māsyā Allāh. 

Bahkan seseorang melakukan ketaatan dan  diketahui oleh banyak orang setelah dia meninggal dunia sebagaimana yang dilakukan oleh Zainal Abidin keturunan Āli bin Abī Thālib radhiyallāhu 'anhu. 

Zainal Abidin sering melakukan ketaatan. Beliau bersedekah gandum untuk para janda di Madīnah. Dan para janda itu tidak tahu siapa yang telah melakukan amal shalih tersebut. Begitu Zainal Abidin rahimahullāh meninggal dunia dan ketika beliau dimandikan ada bekas kapal (kulit menebal) di pundaknya, sehingga orang-orang mengetahui bahwa selama ini beliau adalah orang yang memanggul gandum.

Terima kasih atas segala perhatiannya.

Jazākumullāh Khayran alā husni ihtimāmikum. 

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Senin, 02 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 050: Keutamaan Tauhīd (Bagian Kedua)

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 17 Rabi'ul Awwal 1442 H / 03 November 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 050: Keutamaan Tauhīd (Bagian Kedua) 
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-050
〰〰〰〰〰〰〰

*KEUTAMAAN TAUHĪD (BAGIAN KEDUA)*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 
 

بْيَان فضل التوحيد وما يكفر من الذنوب

Penjelasan terkait dengan keutamaan Tauhīd dan apa-apa yang bisa menghapus dosa.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ

_"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."_

(QS. Al An'ām: 82) 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ

_"Mereka orang-orang yang beriman."_

Kemuliaan bagi mereka yang beriman kepada Allāh, dan bentuk kasih sayang Allāh kepada manusia adalah Allāh mengajak manusia berbicara:

 يا ايها الناس 

_"Wahai para manusia."_

Manusia macam-macam, ada yang memeluk ahlul kitāb yaitu penganut Yahudi dan Kristiani.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

قل يا محمد، قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰب

_"Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka ahlul kitāb (yahudi dan Nasrani)."_

Allāh ungkapkan dengan: قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰب .

Māsyā Allāh, Indahnya, bagaimanakah Allāh perintahkan kepada Rasūl-Nya untuk mengajak agar mereka bertauhīd. 

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍۢ سَوَآءٍۭ 

_"Wahai ahlul kitāb, kemarilah ke suatu tempat yang tinggi."_

Māsyā Allāh. 

Terkadang Allāh mengajak bicara orang-orang kafir dengan kekufuran mereka.

Sebagaimana firman Allāh:

قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْكَـٰفِرُونَ

_Katakanlah, "Wahai orang-orang kafir."_

(QS. Al Kāfirun: 1)

Dan Allāh memuliakan orang-orang yang beriman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ 

_"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa..."_

(QS. Al Baqarah: 183)

Menunjukkan sifat rahmat Allāh, yang Allāh berikan kepada orang-orang yang beriman, sehingga Allāh memberikan pernyataan: ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ (mereka orang-orang yang beriman).

وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ

Yalbisa-yalbasu memiliki arti memakai.

Bagaimanakah Allāh mengungkapkan iman dihiasi, karena sesungguhnya manusia itu berhias.

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ ....

_"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid....."_

(QS. Al A'rāf: 31)

Orang jawa mengatakan, 

"Ajining dhiri ono ing kedaling lathi."
"Ajining salira ono ing busana."

Ma'ruf ungkapan Jawa ini.

Ajining dhiri ono ing kedaling lathi adalah terhormatnya seseorang bisa dilihat bagaimana dia bertutur kata. 

Dan seseorang bisa dilihat kemuliaannya dari bagaimana dia berpenampilan, bagaimana dia berpakaian, maka pakaian adalah hal yang mulia.

Allāh berfirman:

وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَى

_"Dan pakaian takwa itulah yang paling baik."_

(QS. Al A'rāf: 26)

Taqwa adalah sesuatu hal yang menghujam pada diri seseorang, sehingga dia melakukan apa yang menjadi perintah Allāh dan berusaha untuk menjauhi larangannya.

Dan Allāh berfirman:

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ......

_"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."_

(QS. Al Baqarah: 197)

Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan suatu keistimewaan dengan suatu penamaan. 

Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan pernyataan: 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ

_"Mereka orang-orang yang beriman dan mereka tidak menjadikan keimanan tersebut diberi hiasan (diberi pakaian) dengan kezhaliman."_

Mereka orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan keimanan mereka dengan kezhaliman,  karena kezhaliman adalah sesuatu yang dilarang.

Disebutkan di dalam hadīts qudsi Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

إني حرمت الظلم على نفسي، وجعلته بينكم محرمًا

_"Sesungguhnya aku mengharamkan kezhaliman atas diriku dan aku jadikan kezhaliman adalah suatu yang diharamkan (dilarang)."_

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
 
فَلَا تَظلمُوا 

_"Wahai kalian kaum mukminin, janganlah satu sama lain saling melakukan kezhaliman."_

Di dalam hadīts lain Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

الظلم ظلمات يوم القيامة

_"Kezhaliman itu adalah kegelapan yang luar biasa di hari kiamat."_

Sesungguhnya kezhaliman apapun pada hari kiamat akan ada hisabnya (balasannya).


Terima kasih atas segala perhatiannya.

Jazākumullāh Khayran alā husni ihtimāmikum. 

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Minggu, 01 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 049: Keutamaan Tauhīd (Bagian Pertama)

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 16 Rabi'ul Awwal 1442 H / 2 November 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 049: Keutamaan Tauhīd (Bagian Pertama) 
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-049
〰〰〰〰〰〰〰

*KEUTAMAAN TAUHĪD (BAGIAN PERTAMA)*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً ، قال الله تعالى في كتاب الكريم الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ 

Ikhwan Akhwat fīllāh rahimakumullāh. 

Pemirsa dan pendengar yang kami muliakan, syukur kita kehadirat Allāh atas nikmat dan karunianya.

Kembali kita bersyukur kepada Allāh bisa melanjutkan kajian tauhīd, semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla meridhai kita semua. Aamiin Yā Rabbal 'alamīn.

Shalawat serta salam tercurah kepada baginda Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam kepada keluarganya, shahabatnya, pengikutnya hingga akhir zaman.

Kajian kita pada kesempatan hari ini kita akan membahas yaitu:

بْيَان فضل التوحيد وما يكفر من الذنوب

_Penjelasan Keutamaan Tauhīd dan Apa-apa Yang Menggugurkan Dosa._

Bayān (بْيَان) adalah penjelasan, syarah atau keterangan.

Terkadang seseorang mendengar suatu perkara dan dia bisa langsung paham. Ada juga yang bisa memahami suatu masalah setelah mendapatkan penjelasan.

Dan tidak ada penjelasan yang mulia melebihi penjelasan yang menjadi kehendak Allāh kepada hamba-Nya yaitu Tauhīd. 

Semua nabi datang kepada umatnya untuk mengajarkan Tauhīd. Karena itulah kenapa manusia diciptakan.

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

_"Dan tidaklah, kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka meng-Esa-kan Allāh."_

(QS. Adz Dzariyat: 56)



Fadhlun (فضل) adalah keutamaan, afdhaliyyah ( افضلية) adalah keistimewaan, jadi:

بْيَان فضل

_"Penjelasan terkait dengan keutamaan."_

⇒ Menunjukkan sesuatu itu memiliki keistimewaan. 

Ada sebagian orang memiliki kekurangan tetapi dibalik kekurangannya terkadang ada keistimewaannya. Seseorang kadang memiliki kelebihan, namun dibalik kelebihannya terkadang ada juga kekurangannya.

Ketika anda merendahkan seseorang ketahuilah bahwasanya seseorang itu memiliki keistimewaan. 

Dan keistimewaan seluruh rasul adalah mengajarkan hal yang sama yaitu Tauhīd. 

Fadhl (فضل) adalah keutamaan, kemuliaan dan  kelebihan.

At tauhīd (التوحيد) adalah 'aqidah. 

جعلُ الشيءِ متعدِّد واحد

_"Menjadikan sesuatu yang jumlahnya banyak menjadi satu adalah Tauhīd."_

Seseorang mengambil lidi, dengan mudahnya lidi tadi dipotong.

Seseorang mengambil 5 (lima) lidi dengan mudahnya pula lidi itu dipotong.

Tentunya jumlah satu dan lima lidi berbeda, apalagi dengan kumpulan jumlah yang banyak. Kita lihat lidi yang terkumpul dalam satu ikatan menjadi sebuah sapu, ketika ikatan lidi tersebut akan dipotong tentunya akan sulit.

جعلُ الشيءِ متعدِّد واحد

_"Menjadikan sesuatu yang berpencar-pencar  (jumlahnya banyak) menjadi satu."_

Seseorang bisa jadi memakai pakaian yang berbeda, ada yang menggunakan baju kotak-kotak, ada yang menggunakan baju batik, ada yang menggunakan baju bergaris, ada yang menggunakan baju berwarna putih atau merah, orange atau hijau. Begitu mereka masuk sekolah pakaian mereka sama, mereka menggunakan baju berwarna putih. Menjadikan seragam (kesatuan) yang sama di dalam berpakaian, tauhīd. 

Tauhīd juga memiliki arti al 'aqidah yaitu al i'tiqad, yaitu sesuatu yang diyakini.

Tauhīd juga memiliki persamaan lain yaitu as sunnah.

Tauhīd juga memiliki nama lain yaitu ushulul ad dīn. 

Tauhīd juga memiliki nama lain yaitu al iman.

Tauhīd juga memiliki nama lain yaitu asy syarī'ah.

Tauhīd juga memiliki nama lain yaitu al fiqhu al akbar. 

Semua nama-nama ini memiliki arti yang sama yaitu Tauhīd.

Di dalam pembahasan tersebut kita diarahkan, kita diberi panduan untuk meng-Esa-kan Allāh. 

Al Iman, ada kitāb namanya Syu'abul Iman karya Imam Al Baihaqi. 

As Sunnah, ada kitāb namanya Syarhus Sunnah, ada juga As Sunnah ibn Abī Ashim.

Asy Syarī'ah, kitāb yang membahas Tauhīd dengan judul Asy Syarī'ah. 

Sepintas orang akan memahami asy syarī'ah adalah materi fiqih, mungkin di dalamnya ada pembahasan haji, pembahasan umrah, pembahasan thaharah,  pembahasan terkait dengan muamalat masuk di dalamnya adalah jual beli, menikah, pembahasan thalaq. 

Mungkin dibenak kita kalau kita berbicara syarī'ah maka fiqih, tapi ternyata salah satu nama Tauhīd adalah Syarī'ah.

Kītab Asy Syarī'ah adalah kitab yang memiliki beberapa jilid yang dikarang oleh Imam Al Ajurriy. 

'Aqidah, ada kitāb yang memiliki judul Aqidatul Muwahhīdin, ada kitāb Aqidatul Mukmin.

I'tiqad,  Syarah Lum'atul I'tiqad,  ada juga kitāb lainnya yang terkait dengan i'tiqad. 

Imam Abū Hanifah memiliki kitāb yang berjudul Al Fiqhu Al Akbar (fiqih yang besar atau fiqih yang agung).

Ada juga penamaan tauhīd dengan sebutan Ushulul Ad Dīn atau Ushulu Ad Diyanah. Kitāb Al Ibanah An Ushul Ad Diyanah, ini juga membahas terkait dengan tauhīd. 

Terima kasih atas segala perhatiannya.

Jazākumullāh Khayran alā husni ihtimāmikum. 

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Rabu, 28 Oktober 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 048: Pembahasan Dalil Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 10)

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 12 Rabi'ul Awwal 1442 H / 29 Oktober 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 048: Pembahasan Dalil Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 10)
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-048
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS MU'ĀDZ BIN JABAL RADHIYALLĀHU 'ANHU (BAGIAN 10)*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولاحول ولاقوة إلا بالله أما بعد


Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari hadīts ini, di antaranya adalah:

⑴ Tawadhunya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. 

Beliau mengendarai khimar (keledai), karena menurut sebagian orang Arab, khimar adalah binatang yang hina sehingga tidak boleh dijadikan sebagai binatang tunggangan.

⑵ Pentingnya tauhīd.

Pentingnya seseorang beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata dan wajibnya seseorang menjauhi semua bentuk kesyirikan (baik syirik kecil maupun syirik besar).

⑶ Balasan yang akan di dapat oleh seorang hamba sekiranya mereka ikhlas di dalam beribadah untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata.

Balasan yang Allāh janjian adalah: وهو دخل الجنة .

Yaitu dia akan memperoleh kesempatan besar untuk masuk ke dalam surga dan dia akan dijauhkan dari adzab neraka.

⑷ Barangsiapa menyekutukan Allāh dalam peribadatan, maka dia berhak untuk memperoleh balasan yaitu adzab api neraka (wal'iyadzubillāh).

⑸ Bolehnya seseorang menyembunyikan sebagian masalah terkait dengan ilmu.

Hal ini berlaku kepada siapa saja yang dikhawatirkan jika dia mengetahuinya maka akan menyepelekan, dalam rangka melakukan perkara-perkara yang fardhu (wajib) ataukah dia melakukan perkara-perkara yang di haramkan.

Bisa jadi dia akan berzinah.

"Koq minum khamr,  sih mas?" "Ora popo seng penting ora syirik."

"Koq mboten shalat tho bu?" "Ora popo timbangane aku syirik, seng penting aku ora syirik."

Subhānallāh.

Maka disinilah sebagai seorang muslim, kita harus menjadi muslim yang 'aqil, menjadi muslim yang munshif, menjadi muslim yang adil, mana yang bisa dia ajarkan maka dia ajarkan.

Sekiranya ada suatu ilmu dan ilmu tersebut akan menjadi fitnah bagi masyarakat tersebut 
maka disinilah seorang 'alim (ustd, da'i, syaikh) hendaknya berbuat arif sehingga dia bisa berbuat hikmah, agar apa yang dilakukan, apa yang dikerjakan mendapatkan keberkahan. 

نكتفي بهذا القدر

Terima kasih atas segala perhatiannya ada hal yang kurang berkenan, mohon maaf yang sebesar-besarnya.


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 047: Pembahasan Dalil Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 8)

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 11 Rabi'ul Awwal 1442 H / 28 Oktober 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 047: Pembahasan Dalil Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 8)
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-047
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS MU'ĀDZ BIN JABAL RADHIYALLĀHU 'ANHU (BAGIAN 9)*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولاحول ولاقوة إلا بالله أما بعد


Ikhwan Akhwat fillāh rahimakumullāh. 

Salah satu yang diberitakan sesudah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam membacakan hadīts ini, Mu'ādz berkata: 

فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ؟ قَالَ: لاَ تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

_Aku berkata, “Wahai Rasūlullāh, bolehkah aku beritahukan kabar gembira ini kepada manusia?” Beliau menjawab, “Tidak perlu kamu sampaikan, nanti mereka akan bersandar.”_

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri) 

Sesudah Mu'ādz mendengarkan penjelasan  dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, Mu'ādz pun merasa senang. Mu'ādz merasa bahagia dengan apa yang barusan dia dapat. 

Maka Mu'ādz meminta kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (memohon kepada Rasūlullāh) agar diberi izin untuk menyampaikan kabar baik ini kepada khalayak (manusia). 

Namun Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak mengizinkan Mu'ādz untuk mengabarkan penjelasan dari Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam ini. Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam ingin agar orang-orang tidak pasrah (tidak bersandar). 

Apa yang sudah menjadi kewajiban manusia, tatkala Mu'ādz mengabarkan berita ini kepada mereka, dikhawatirkan mereka akan meninggalkan kewajiban tersebut. 

Yang semestinya orang-orang berlomba, tatkala mereka mendengar kabar dari Mu'ādz tentang hadīts ini dikhawatirkan mereka tidak lagi berlomba-lomba lagi.

√ Membaca Al Qur'ān, nilainya banyak, tidak lagi mereka lakukan. 

√ Mengerjakan shalat sunnah, tidak lagi dikerjakan.

√ Shalat tahajud semesti mereka berlomba, bisa setiap malam melakukan shalat tahajud, tidak mereka kerjakan.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melarang Mu'ādz mengabarkan kepada khalayak dan mengatakan:

لَا تُبَشِّرُهُمْ فَيَتَّكِلُوا

_“Tidak perlu kamu sampaikan, nanti mereka akan bersandar.”_

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam khawatir orang-orang tidak melakukan ketaatan, tidak melakukan amal-amal shalih dan tidak melakukan hal-hal yang sifatnya amal shalih dari ibadah-ibadah yang ada.

⇒ Barangkali tidak lagi mengerjakan puasa sunnah, tidak berinfaq, dan meninggalkan hibah.

Mu'ādz ibn Jabal radhiyallāhu 'anhu memahami apa yang dikehendaki Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, bahwasanya larangan yang disampaikan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bukanlah larangan yang sifatnya haram, dalam artian apa yang disabdakan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kepada Mu'ādz bukan untuk Mu'ādz saja tapi untuk umatnya.

Dan apa yang disampaikan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kepada Mu'ādz bukanlah suatu hal yang haram jika Mu'ādz memberikan hal ini kepada orang lain. 

Setelah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam wafat Mu'ādz pun menyampaikan apa yang disampaikan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam karena semangat Mu'ādz di dalam menyampaikan hadīts an Nabawi asy syarif linnas, karena semangat Mu'ādz untuk meriwayatkan hadīts. 

Disinilah kita sebagai seorang muslim memiliki kewajiban untuk memberikan do'a kepada Mu'ādz dengan ucapan radhiyallāhu 'anhu. 

نكتفي بهذا القدر

Terima kasih atas segala perhatiannya ada hal yang kurang berkenan, mohon maaf yang sebesar-besarnya.


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Senin, 26 Oktober 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 046: Pembahasan Dalil Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 8)

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 10 Rabi'ul Awwal 1442 H / 27 Oktober 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 046: Pembahasan Dalil Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 8)
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-046
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS MU'ĀDZ BIN JABAL RADHIYALLĀHU 'ANHU (BAGIAN 8)*
 

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولاحول ولاقوة إلا بالله أما بعد

 
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam suatu ketika berada di masjid, kemudian ada seorang Arab gunung yang tiba-tiba kencing di salah satu sudut masjid. Kemudian para shahabat geger (ribut) bahkan di antara mereka ada yang hendak menyakiti Arab gunung tersebut.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

دعوه ولا تزرموه

_"Biarkan dia kencing dan jangan kalian ganggu."_

Setelah Arab gunung ini selesai kencing kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam meminta salah seorang shahabat untuk mengambil satu ember air, kemudian air tersebut digunakan untuk menyiram di mana Arab gunung itu kencing.

Dan tentunya waktu itu (di zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam) kondisi masjid masih berpasir.

Apa yang orang Arab gunung ini katakan?

Orang Arab gunung ini berkata:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا، وَلاَ تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا

_"Yā Allāh rahmatilah kami dan rahmatilah Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, dan janganlah Engkau berikan rahmat kecuali kami berdua."_

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: 

لا تحجر واسعاً

_"Jangan engkau membatasi rahmat Allāh yang sangat luas."_

Tentu hikmah besar, kenapa orang baduy yang kencing di dalam masjid tidak boleh diganggu. Kalau sekiranya diganggu maka air kencing itu akan kemana-mana, kemudian dia akan menahan kencingnya sehingga dapat menimbulkan penyakit lain.

مَا كَتَبَ ولا نفسه ووعدهم به من الثواب تَفَضُّلًا مِنْهُ وَإِحْسَانَا

_Allāh Subhānahu wa Ta'āla menetapkan atas Diri-Nya bahkan memberikan janji kepada hamba-Nya berbagai macam pahala, sebagai bentuk keutamaan yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla berikan kepada hamba-Nya dan Allāh berbuat baik untuk mereka._

Kita ini mendapatkan banyak nikmat, kita ini banyak mendapatkan karunia, maka jangan sampai nikmat dan karunia yang kita terima, kita balas dengan keburukan.

Dan Allāh menyebutkan:

هَلْ جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ

_"Bukankah kebaikan itu balasannya adalah kebaikan pula."_

(QS. Ar Rahman: 60)

Dan tidak ada satu nikmat tatkala kita berbicara karunia melainkan kita menjadi seorang yang muwahīd 

Kenapa? 

Begitu kita bertauhīd,  maka kita meletakkan sesuatu pada tempatnya, karena disitulah hakikat ibadah.

Jika seorang hamba beribadah  kepada Allāh,  maka Allāh mewajibkan atas Diri-Nya apa yang semestinya di dapat oleh hamba.

Apa itu?

أن لا يعذب من لا يشركوا به شيئا
 
_"Allāh tidak akan mengadzab siapa saja yang tidak menyekutukan Allāh."_

Salah satu yang diberitakan bahwasanya:

فبينله عن البي ان حق الله على عبده ان يسلخوا له 

فبين له البي ان حق الله على عبده ان يخلصوا له العبدة ولا يشركوا معه احد فيها 


_Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memberikan penjelasan bahwasanya apa yang menjadi kewajiban hamba kepada Allāh sekiranya mereka ikhlas dalam beribadah hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata  dan tidak menyekutukan kepada Allāh dengan suatu bentuk kemusyrikan apapun bentuknya di katakan:_

فإذا فعلوا ذلك فأن جزاءهم أن يدخلهم الجنة

_Sekiranya hamba itu mentauhīdkan Allāh (meng-Esa-kan Allāh) tidak menyekutukan Allāh maka balasan yang akan mereka terima, Allāh Subhānahu wa Ta'āla memasukan mereka ke dalam Surga_

 ولا يعذبهم بالنار 

_Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak akan mengadzab mereka dengan api neraka._

Disini Surga dan disana Neraka.

Jika dia bertauhīd maka surga akan diraih dan neraka akan dijauhkan

Sebagai seorang muslim seharusnya memahami bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla memiliki makhluk dan satu makhluknya adalah makhluk mulia yaitu surga.

Didalam surga orang akan memperoleh nikmat, Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan:

فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ

_"Bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya."_

(QS. At Tin: 6)

Nikmat tersebut: غَيْرُ مَمْنُونٍۢ.

para ulama menjelaskan: غَيْرُ مَمْنُونٍۢ adalah:  غير مقطع , tidak akan terputus, semuanya adalah nikmat.

Allāh firmankan:

لا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًۭا وَلَا تَأْثِيمًا ۞ إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا

_"Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Tetapi mereka mendengar ucapan salam."_

(QS. Al Waqi'ah: 25-26)

Dan nikmat surga Allāh menyebutkan:

وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا

_Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya._

(Al Insān: 14)

Diayat lain dikatakan:

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌۭ

_"Jika seseorang hendak mengambilnya maka sangat mudah (buah-buahnya mendekat)."_

(QS. Al Haqqah: 23)

Allāh menyebutkan:

وَلَحْمِ طَيْرٍۢ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

_"Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan."_

(QS. Al Waqi'ah: 21)

Nikmat surga yaitu daging burung puyuh, tidak disebut "telo", tidak disebut "gudeg", tidak disebut "gaplek", tidak disebut sagu, tidak disebut "sego".

Kenapa? 

"Mareki" (membuat kenyang).

Maka Allāh firmankan: 

وَفَـٰكِهَةٍۢ كَثِيرَةٍۢ

_"Nikmat surga, mereka akan mendapatkan buah-buahan yang banyak."_

(QS. Al Waqi'ah: 32)

Nataufīq bihadzal qadar, terima kasih atas segala perhatiannya ada hal yang kurang berkenan, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Minggu, 25 Oktober 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 045: Pembahasan Dalīl Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 7)

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 09 Rabi'ul Awwal 1442 H / 26 Oktober 2020 M 
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. 
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 045: Pembahasan Dalīl Hadīts Mu'ādz bin Jabal radhiyallāhu ‘anhu (Bagian 7)
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-045
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS MU'ĀDZ BIN JABAL RADHIYALLĀHU 'ANHU (BAGIAN 7)*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولاحول ولاقوة إلا بالله أما بعد

 
Ikhwan Akhwat Fīlllāh rahimakumullāh.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

فَعَّالٌۭ لِّمَا يُرِيدُ

_"Melakukan segala sesuatu atas kehendaknya."_

(QS. Al-Buruj:85)

Di dalam ayat lain  Allāh mengatakan: 

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا

_"Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Dzaat yang telah menciptakan untuk kalian."_

Apa yang diciptakan Allāh? 

مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا

_"Semua yang ada di muka bumi, semuanya untuk manusia."_

(QS. Al-Baqarah: 29)

Menunjukkan manusia tidak boleh berputus asa dari rahmat Allāh. 

وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ

_"Jangan kamu berputus-asa dari rahmat Allāh."_

(QS. Yusuf: 87)

Kenapa? 

Karena: 

ما كتبه على نفسي

_Allāh telah menetapkan untuk Diri-Nya demi kemaslahatan hamba-Nya._ 

Bersyukur kita punya istri, bersyukur kita punya suami.

Istri yang kita miliki, suami yang senantiasa mendampingi kita, itu adalah ketetapan Allāh yang Allāh berikan kepada hamba-Nya. 

Hanya saja di dunia ini tentunya banyak ujian, ujian satu dengan yang lain berbeda.

Dan Allāh menyebutkan di dalam Al-Qur'ān:

أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

_"Apakah manusia menganggap bahwasanya ia diciptakan begitu saja?"_

(QS. Al-Qiyamah: 36) 

لا يؤمر ولا ينهى، ولا يتعبد بعبادة

_"Tidak ada perintah dan tidak ada larangan?"_

Imam Asy Syafi'i rahimahullāh tatkala mengomentari firman Allāh:

 أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

_Apakah manusia itu diciptakan begitu saja?_

لا يؤمر ولا ينهى
 
_Tidak ada perintah dan tidak ada larangan?_

Oh tidak, disana ada perintah dan di sana ada larangan.

Jika seorang hamba beribadah kepada Allāh

 وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا 

_Tidak menyekutukan Allāh._ 

Maka di sini Allāh berkomitmen.

Maka dikatakan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

 وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ؟ 

_"Hak yang harus di dapat oleh hamba dan itu telah ditetapkan oleh Allāh."_

Maka dikatakan: 

ووعدهم به من الثواب

_"Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan memberikan janji yang baik."_

Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan memberikan pahala untuk mereka yang melakukan ketaatan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ

_"Orang yang melakukan ketaatan, maka dia akan menjumpai ketaatan tersebut."_

(QS. Az-Zalzalah: 7)

 لايُغَادِرُ صَغِيرَةًۭ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا

_"Tidak ada suatu hal besar atau kecil pasti akan ada perhitungannya."_

(QS. Al-Kahfi: 49)

Ikhwan Akhwat Fīlllāh rahimakumullāh.

Jika kita berbicara karunia Allāh, Allāh sangatlah banyak memiliki karunia. Bahkan yang namanya amal, amal yang dilakukan oleh hamba dengan kenikmatan yang di dapat oleh hamba, maka kenikmatan tersebut jauh lebih banyak dibandingkan ketaatan yang dilakukan oleh hamba.

Kita ulangi!

Balasan yang Allāh berikan untuk hamba di dunia, nikmat yang Allāh berikan kepada hamba di dunia ini, jika di banding dengan ketaatan yang dilakukan oleh manusia sangatlah jauh.

Kita berbicara waktu. Yang namanya waktu sehari semalam adalah 24 jam, kita mempunyai kewajiban untuk menzakati waktu.

Apakah bentuk zakat waktu?

Bentuk zakat waktu adalah shalat, 5 menit dhuhur, 5  menit ashar, 5 menit maghrib, 7 menit isya, 10 menit shubuh. 

إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًۭا

_"Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."_ 

(QS. Al-Isrā': 78)

Maka dianjurkan untuk memperpanjang shalat shubuh, kenapa? 

Disaksikan oleh para malaikat.

Jadi taruhlah sehari semalam kita menzakati waktu hanya setengah jam, dari 24 jam. Sungguh sangat sedikit.

Itu jika kita berbicara apa yang dilakukan hamba kepada Allāh, sungguh Allāh jauh lebih banyak kebaikannya. 

Mohon maaf  kalau kaki kita terkena duri, tangan kita terkena pisau, mungkin setiap kali kita beraktivitas akan meringis-meringis  mengadu dan mengeluh. Māsyā Allāh. 

Berapa banyak mereka yang di rumah sakit.
Berapa banyak mereka yang opname.

Begitu ditanya, "Dos pundi kabaripun, lek?" "Dos pundi kabaripun, mbokde?" "Bagaimana kabarnya, om?" Mereka akan berkata, "Alhamdulillāh."

Kenapa, tangannya patah koq bilang, Alhamdulillāh? Kakinya keseleo koq bilang Alhamdulillāh? 

Apakah alhamdulillāh cuma keseleo, alhamdulillāh cuma patah tangan, alhamdulillāh masih hidup? Oh, tidak!

Kenapa kita begitu menengok saudara kita yang sedang sakit parahpun, begitu dia ditanya 
dia mengatakan, "Alhamdulillāh."

Māsyā Allāh, luar biasa. 

Seorang mukmin luar biasa. Saya pernah bertemu orang yang jualan soto. Orang jualan soto biasanya sebelum shubuh sudah bangun. Pagi jam 06.00 sudah mulai dasar (buka), siang masih buka, dhuhur ditutup dhuhuran. Habis dhuhur dilanjutkan jualan. Ashar shalat ashar. Habis ashar berkemas-kemas selesai. Saya tanya, "Bu, dos pundi sadeanne pun (Bu, bagaimanakah hasil jualannya)?" Ibu ini mengatakan, "Alhamdulillāh."  Beliau memberitahu kami bahwa dari pagi hingga sore laku 2 mangkok, tapi ibu itu tetap berkata, "Alhamdulillāh."

Kenapa? 

Jawabannya adalah tafa'ulan.

Tafa'ulan adalah senantiasa berharap rahmat dari Allāh.

Yang sakit optimis sembuh, yang jualan optimis bisa laku lebih banyak lagi.

Demikian, maka jika seorang hamba beribadah kepada Allāh, seorang hamba tidak menyekutukan Allāh, maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah memberikan kepada kita apa yang sudah menjadi janjinya.

ما كَتَبَهُ عَلى نَفْسِهِ 

نكتفي بهذا القدر

Terima kasih atas segala perhatiannya ada hal yang kurang berkenan, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________