Senin, 30 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqoh 66: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Ketujuh

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa 16 Rabi'ul Akhir 1442 H/ 01 Desember  2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqoh 66: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Ketujuh
⬇ Download audio:
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KETUJUH*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 

Pelajaran yang berikutnya yaitu: bagaimanakah kemuliaan yang ada pada Maryam? 

Dia melahirkan sendiri tidak ada siapapun, dia tidak mau merepotkan keluarganya.

Subhānallāh.

Pelajaran yang ketiga adalah Maryam melahirkan Isa di bawah pohon kurma, di dekat tonggak pohon kurma.

Sanggahan buat mereka yang mengatakan Nabi Isa lahir di kandang mendho, kambing.

Pelajaran berikutnya menunjukkan Nabiyullāh Isa alayhissalām lahir di musim panas, kenapa? Karena  kurma akan ada di waktu musim panas, ruthab (kurma muda).

Kurma itu ada beberapa tahapan. Kurma yang warnanya hijau daun namanya bishr. Bishr tidak bisa dimakan, yang mengkonsumsi bishr adalah manuk tilang (burung kutilang). Berikutnya, yang mengkonsumsi kurma hijau ini adalah sebagian orang Indonesia.

Mohon maaf sebagian orang Indonesia kalau musim haji atau musim umrah banyak yang pesan dari mereka yang belum punya keturunan untuk mencarikan kurma hijau, mungkin lebih tepat serbuk kurma hijau, karena serbuk kurma hijau lebih mudah dikonsumsi.

Kalau kurma hijau sulit untuk dikonsumsi. Seminggu disimpan maka akan busuk atau kalau dikeringkan dan sampai di Indonesia sulit untuk dikonsumsi. Tapi kalau serbuk kurma hijau mungkin lebih mudah. Kurma hijau diyakini oleh sebagian kita bisa membantu seseorang yang belum mempunyai keturunan untuk bisa menyuburkan.

Ketika musim bishr sudah lewat maka datang tahapan berikutnya yaitu kurma yang warnanya merah. Kurma yang warna merah agak hitam-hitam, sedikit orang Arab menyebutnya balah.  Balah bisa dikonsumi, orang jawa mengatakan seperti sawo kecik.

Kemudian tahapan berikutnya kurma akan berwarna kuning, dan kuningnya kurma bernama ruthab (kurma muda). 

Dan di puncak musim panas maka akan ada angin yang dikenal dengan angin samum (angin yang menghembus dengan rasa panas) sehingga membuat kurma matang sehingga merubah kurma yang berwarna kuning menjadi coklat, dan orang Arab menyebutnya dengan nama tamr.

Allāh firmankan: 

وَهُزِّیۤ إِلَیۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَـٰقِطۡ عَلَیۡكِ رُطَبࣰا جَنِیࣰّا

_"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."_

(QS. Maryam: 25)

Menunjukkan nabiyullāh Isa lahir di musim panas musim ketika ada kurma. Bertentangan dengan apa yang biasa di rayakan oleh sebagian orang yang merayakan kelahiran Isa dengan atribut salju sungguh jauh dari kebenaran. Karena sesungguhnya musim kurma adalah di waktu musim panas. 

Demikianlah seorang muslim memahami aqidah dan memahami sejarah.

Tatkala Maryam sudah melahirkan, kurma pun berjatuhan, maka Allāh perintahkan:

فَكُلِی وَٱشۡرَبِی وَقَرِّی عَیۡنࣰاۖ فَإِمَّا تَرَیِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدࣰا فَقُولِیۤ إِنِّی نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَـٰنِ صَوۡمࣰا فَلَنۡ أُكَلِّمَ ٱلۡیَوۡمَ إِنسِیࣰّا

_Makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini."_

(QS. Maryam: 26)

Puasa bahasa Arabnya shaum (صَوۡمࣰ) artinya adalah al imsa (menahan diri).

Jadi puasa adalah menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Menahan makan, minum dan semua yang membatalkan puasa di mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari yang dilakukan oleh seorang muslim yang baligh yang mukallaf tidak dalam keadaan haidh dan nifas serta diawali dengan niat. 

Itu adalah pengertian puasa menurut istilah.

نكتفى بهذا القدر

Terima kasih atas perhatiannya, lain waktu kita sambung lagi (In syā Allāh).


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Minggu, 29 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqoh 65: Hadīts Ubādah bin Shomit Bagian Keenam

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 15 Rabi'ul Akhir 1442 H/ 30 November 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqoh 65: Hadīts Ubādah bin Shomit Bagian Keenam
⬇ Download audio: http://bit.ly/UAB-KT-065

〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KEENAM*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 

Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rohimakumullāh.

Dan tidak lama sesudah malaikat Jibrīl hadir memberikan berita, maka Maryam pun hamil atas kehendak Allāh. Sehingga teman Maryam yang biasa ikut bersih-bersih di Baitul Maqdis melihat sesuatu hal (perubahan) pada Maryam (umumnya wanita yang hamil), sehingga dia memberanikan diri bertanya kepada Maryam.

"Wahai Maryam, aku tahu engkau adalah wanita yang sholihah dan aku tidak menuduh engkau dengan tuduhan yang buruk tapi aku akan bertanya kepadamu beberapa hal, mungkinkah ada buah yang datang tanpa datang dari pohon? Apakah mungkin adanya pohon yang besar tanpa adanya bibit?"

Setiap kali pertanyaan itu diberikan kepada Maryam,  dan Maryam pun berkata, "Iya mungkin," sampai begitu Maryam memberikan jawaban. "Bukankah Allāh menciptakan Adam tanpa bapak dan tanpa ibu?" Măsyā Allāh. 

Maka di sinilah laki-laki tersebut berkata, "Sungguh menakjubkan dan engkau adalah bukan wanita pendusta tapi mohon maaf mulai hari ini, aku akan meninggalkan Baitul Maqdis."

Dan tidak lama sesudah itu, laki-laki itupun pergi meninggalkan Baitul Maqdis dan meninggalkan Maryam. Dia khawatir akan dituduh oleh orang-orang bahwasanya dia yang telah menghamili Maryam. 

Subhānallāh.

Pergilah laki-laki itu dan dengan berat Maryam mengalami kehidupannya sampaikan waktu ia melahirkan. 

Dan Allāh berfirman: 

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَـٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًۭا جَنِيًّۭا

_"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."

(QS. Maryam: 25)

Maryam pun pergi menjauh dari kaumnya tatkala dalam keadaan hamil tua dan dalam keadaan yang berat sebagaimana seorang wanita yang sedang hamil tua.

Perempuan ketika hendak melahirkan tentunya berharap ada suami disandingnya, harapannya adalah keluarganya ada di dekatnya. Itu adalah harapan semua wanita tatkala hendak melahirkan.

Tapi ujian berat buat Maryam dan Allāh menyebutkan di dalam Al Qur'ān:

فَأَجَآءَهَا ٱلْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ قَالَتْ يَـٰلَيْتَنِى مِتُّ قَبْلَ هَـٰذَا وَكُنتُ نَسْيًۭا مَّنسِيًّۭا

_Sehingga tatkala datang masa di mana rasa sakit hendak melahirkan menimpa pada Maryam, kemudian Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma, dia berkata, "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seseorang yang tidak berarti, lagi dilupakan."_

(QS. Maryam: 23)

Allāh mengutus malaikat Jibrīl dan  Allāh berfirman: 

فَنَادَىٰهَا مِن تَحْتِهَآ أَلَّا تَحْزَنِى قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّۭا

_Maka Jibrīl memanggil dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu." 

(QS. Maryam: 24)

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَـٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًۭا جَنِيًّۭا

_"Wahai Maryam goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."_

(QS. Maryam: 25)

Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil, di antara: 

Allāh Maha Kaya, Allāh Maha Mampu tetapi Allāh tidak mengirimkan angin yang keras sehingga berjatuhanlah kurma, tidak! Tetapi Allāh perintahkan Maryam melalui malaikat Jibrīl untuk menggoyangkan pohon. Menunjukkan adanya sebab dan akibat, dengan digoyangkan pokok pohon kurma niscaya akan berjatuhan kurma yang masih segar.

نكتفي بهذا القدر

Terima kasih atas perhatiannya, lain waktu kita sambung lagi (In syā Allāh).


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Kamis, 26 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqoh 64: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Kelima

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis 11  Rabi'ul Akhir  1442 H/ 26  November 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqoh 64: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Kelima
⬇ Download audio:
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KELIMA*

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 


Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rahimakumullāh.

Kembali kita bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah Allāh Subhānahu wa Ta'āla berikan, belakangan ini musim hujan, masing-masing tatkala hujan jangan lupa berdo'a:

 اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا atau صَيِّبًا نَافِعًا

"Yā Allāh, jadikanlah hujan ini hujan yang manfaat"

(HR Abu Daud: 5101 dan di shahihkan al-Albani)

Shalawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad Shallallāhu 'alayhi wa Sallam pada keluarganya, sahabatnya, pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada pembahasan yang lewat telah kami sampaikan terkait dengan hadīts dari Ubādah ibn Shāmit, pembahasan kita sampai pada, 

وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

Pada pembahasan yang lewat telah kami sampaikan bahwasanya Maryam adalah bintu Imrān (anak dari Imrān) dan Maryam dibesarkan oleh seorang nabi yang bernama nabiyullāh Zakariyya.

Dan beberapa hal yang sudah kami sampaikan pula bahwasanya nabiyullāh Zakariyya adalah seorang nabi yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla berikan ujian, sampai di usia tua beliau tidak memiliki anak, sehingga salah satu yang diberitakan bahwasanya nabiyullāh Zakariyya mengambil Maryam sebagai anak asuh.

Oleh karenanya banyak orang Jawa yang barangkali sudah menikah lebih dari 5 tahun, lebih dari 7 tahun, belum mempunyai keturunan kemudian mupu (mengambil) anak dengan harapan, kalau orang Jawa bilang untuk pancingan.

Tentunya sebagian mereka menjadikan apa yang dilakukan oleh Zakariyya adalah sebagai hujjahnya, karena Zakariyya sampai usia tua tidak mempunyai keturunan kemudian mupu anak Maryam bintu Imrān. 

Maryam besar di tempat Zakariyya dengan pertumbuhan yang luar biasa.

Allāh firmankan:

وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنࣰا وَكَفَّلَهَا زَكَرِیَّاۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَیۡهَا زَكَرِیَّا ٱلۡمِحۡرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزۡقࣰاۖ قَالَ یَـٰمَرۡیَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَـٰذَاۖ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِۖ إِنَّ ٱللَّهَ یَرۡزُقُ مَن یَشَاۤءُ بِغَیۡرِ حِسَابٍ

"Setiap kali Zakariyya masuk ke dalam mihrāb, beliau menjumpai Maryam dalam membawa makanan. 'Wahai Maryam, darimana kamu mendapatkan makanan ini?' Maryam berkata, 'Ini adalah rezeki dari Allāh', sesungguhnya Allāh memberikan rezeki kepada hambanya dengan tanpa berbilang" 

(QS. Āli-Imrān: 37)

Ikhwan wa akhawatiy rahimakumullāh. 

Maryam besar dan menjadi abdi dalem atau al-agha, abdi dalem Baitul Maqdis. Salah satu yang diberitakan bahwasanya di Baitul Maqdis ada juga seorang laki-laki lain yang menjadi abdi dalem (menjadi orang yang ikut bersih-bersih) masjid atau pelayan masjid, sampai suatu saat tatkala laki-laki ini menjumpai ada beberapa hal aneh pada Maryam.

Maka laki-laki ini pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Maryam, tentunya salah satu yang diberitakan pula bahwasanya malaikat Jibrīl menjumpai Maryam.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَإِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَـٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصْطَفَىٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibrīl) berkata: "Wahai Maryam, sesungguhnya Allāh Subhanahu wa Ta'ala telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)" 

(QS. Āli-Imrān: 42)

یَـٰمَرۡیَمُ ٱقۡنُتِی لِرَبِّكِ وَٱسۡجُدِی وَٱرۡكَعِی مَعَ ٱلرَّ ٰ⁠كِعِینَ

"Wahai Maryam, hendaklah engkau taat kepada Tuhanmu dan sujudlah engkau dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk" 

(QS. Āli-Imrān: 43)

Maka di sini adalah berita dari Allāh, bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengutus malaikat Jibrīl untuk memberikan hal-hal yang mulia untuk Maryam. 

Kemudian Allāh firmankan:

إِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَـٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍۢ مِّنْهُ ٱسْمُهُ ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًۭا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Wahai Maryam, seungguhnya Allāh memberikan kabar baik untukmu dengan kalimat yang datang dari Allāh, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allāh)"

(QS. Āli-Imrān: 45)

وَيُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًۭا وَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

"Dan dia dapat berbicara kepada manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang shalih"

(QS. Āli-Imrān: 46)

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى وَلَدٌۭ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌۭ ۖ

Maryam berkata: "Ya Allah, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun".

Karena sesungguhnya Maryam adalah wanita shalihah, bagaimana mungkin dia akan mempunyai keturunan, dia berzina? tidak mungkin. Dia melakukan perkara yang buruk, juga tidak mungkin.

Tapi ini berita dari Allāh bahwasanya malaikat Jibrīl memberikan kabar kalau nabiyullāh yang akan muncul adalah nabiyullāh Isa, dia adalah keturunan Maryam.

 وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌۭ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ

"Bukankah Allāh Subhanahu wa Ta'ala menciptakan apa yang Allāh Subhanahu wa Ta'ala kehendaki"

 إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

"Apabila Allāh berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allāh hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia."

(QS. Āli-Imrān: 47)

نكتفي بهذا القدر

Terima kasih atas perhatiannya, lain waktu kita sambung lagi (In syā Allāh).


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Rabu, 25 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqah 063: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Kelima

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu 10  Rabi'ul Akhir  1442 H/ 25  November 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqah 063: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Kelima
⬇ Download audio:
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KELIMA*

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه،  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 


Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rahimakumullāh.

Maka berkatalah Zakariyya: 

أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَاۖ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِۖ

Apakah kata Zakariyya? 

 يَٰمَرۡيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَاۖ

"Wahai Maryam, buah dan makanan yang engkau dapat ini darimana?"

Bagaimanakah Maryam wanita yang shalihah, dia mengungkapkan dan berkata: 

قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِۖ

"Makanan yang aku dapat ini datang dari Allāh"

Apakah kata Maryam?

 إِنَّ ٱللَّهَ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya Allāh, memberikan rezeki kepada siapa yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla kehendaki tanpa perhitungan"

Perhatikan! Seorang mukmin hendaknya senantiasa husnudzān kepada Allāh, Maryam wanita yang lemah dan tetapi dia bertakwa yakin akan Allāh, maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla pun memberikan rezeki.

Maka di sinilah bagaimanakah perkataan Maryam, 

 إِنَّ ٱللَّهَ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya Allāh, memberikan rezeki kepada siapa saja diantara hamba yang Allāh kehendaki tanpa perhitungan",

Sebagaimana Imrān mendapatkan kenikmat dan karunia besar maka Maryampun mendapatkan nikmat dan karunia besar, sebagaimana Zakariyya pun mendapatkan nikmat dan karunia besar. 

Maka di dalam Al-Qur'ān ada suatu surat yang  namanya Āli-Imrān (keluarganya Imrān). هنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ dan disitulah (di mihrāb) itu pulalah Zakariyya berdo'a kepada Allāh,  "Yā Allāh, aku khawatir aku tidak memiliki penerus sementara istriku wanita yang mandul", kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan kabar gembira bahwasanya Zakariyya akan memiliki keturunan.

Maka Zakariyya berkata: 

رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌۭ وَقَدْ بَلَغَنِىَ ٱلْكِبَرُ وَٱمْرَأَتِى عَاقِرٌۭ

"Ya Allah, bagaimana aku bisa mendapat keturunan sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?"

(QS. Āli-Imrān: 40)

Didalam ayat lain dikatakan:

وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًۭا

"Dan kepalaku telah ditumbuhi uban"

(QS. Maryam: 4)

Zakariyya juga mengungkapkan:

وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًۭا

"Padahal isteriku adalah seorang yang mandul"

(QS. Maryam: 8)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan berita bahwasanya Zakariyya akan mempunyai keturunan.

Subhānallāh.

Tatkala Zakariyya mendapatkan berita dari Allāh melalui malaikatnya, Zakariyya berkata:

رَبِّ ٱجۡعَل لِّيٓ ءَايَةٗۖ 

"Yā Allāh, berikanlah aku tanda bahwasanya aku akan mempunyai keturunan"

Allāh firmankan,

قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمۡزٗاۗ

"Bukti bahwasanya engkau akan memiliki keturunan istrimu hamil dengan tanda engkau akan melalui suatu keadaan di mana engaku akan bisu selama tiga hari"

  وَسَبِّحۡ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِبۡكَٰرِ

"Zakariyya berdakwah kepada kaumnya agar kaumnya senantiasa mengagungkan Allāh di pagi dan sore hari"

(QS. Āli-Imrān: 41)

Subhānallāh.

Makanya sebagian orang Jawa mempunyai keyakinan kalau sudah berkeluarga lama koq tidak mempunyai keturunan, "mbok mupu anak" (kalau sudah lama tidak mempunyai keturunan untuk mengangkat anak), orang jawa kadang menyebut, "gawe pancingan". 

Zakariyya sesudah merawat dan membesarkan Maryam maka dia pun mempunyai keturunan yaitu Yahya.

Thayyib, kita lanjutkan materi kita.

Dan Maryam adalah wanita yang shalihah dan salah satu yang diberitakan bahwasanya Maryam ini menjadi abdi dalem Baitul Maqdis, beliau suka merapihkan masjid, suka bersih-bersih masjid, suka memberikan yang terbaik untuk jama'ah masjid. 

Di zaman sekarang pun di masjid Nabawi ataukah Mekkah itu ada orang-orang yang menjadi abdi dalem masjid yang dikenal dengan al-agha atau al-aghawat. 
 
Kalau di Mekkah mereka ini memiliki tugas membersihkan Ka'bah, mereka ini memiliki tugas menyiapkan ketika Jum'atan (menarik mimbar untuk sebagai khutbah khatib).

Kalau di masjid Nabawi membersihkan Raudhah kadang memberi pengharum di Raudhah menggunakan kayu gaharu di pengimaman. 

Di tahun 2007 atau 2008 jumlah agha masih ada 17 kalau tidak salah, dahulunya banyak berkurang dan berkurang (karena sudah tua) karena mereka adalah orang-orang yang di waqafkan oleh orang tua untuk menjadi abdi dalem masjid Mekkah dan Madinah.

Dan Maryam adalah abdi dalem Baitul Maqdis.

نكتفي بهذا القدر

InsyaAllah dikesempatan lain, kita akan kaji yaitu terkait dengan bagaimanakah Maryam memiliki keturunan. Karena sesungguhnya Rasul menyebutkan,

وأن عيس عبد الله ورسول و الكلمة ألقاه إلى مريم وروح منه

Matur Nuwun atas perhatiannya.
 
سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Senin, 23 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqoh 62: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Keempat

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa Rabi'ul Akhir 1442 H/ 24 November 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqoh 62: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Keempat 
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-062
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KEEMPAT*

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه،  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 

Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rahimakumullāh.

Dan Allāh firmankan: 

وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا

Sebelum Allāh firmankan,

 وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا

maka Allāh firmankan,

 وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّ.

"Anak perempuan Imrān ini diberi nama Maryam"

وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ

"Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk". 

(QS Ali Imran: 36)

Māsyā Allāh, bagaimanakah Zakariyya berkata, 

وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ 

(Yā Allāh, aku memberi nama untuk putriku Maryam).

(QS Ali Imran: 36)

Kemudian apa kata Imrān? 

 إِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا 

Subhānallāh.

Perhatikan bagaimanakah perkataan Imrān وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا (Aku memohon perlindungan untuk perempuan ini dari Engaku) menunjukkan perlindungan yang terbaik adalah perlindungan dari Allāh. 

Kenapa? 

Karena yang namanya seseorang itu lemah, maka memberikan perlindungan adalah yang terbaik, tatkala kita meminta perlindungan maka kita mohon perlindungan kepada Allāh. 

Untuk anak kita, maka di sini Imrān berkata:

وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا

"Yā Allāh, aku memohon perlindungan untuk anak ini (Maryam) dari Engkau dari semua godaan syaithan begitu juga keturunannya"

(QS Ali Imran: 36)

Zakariyya memohon kepada Allāh agar Maryam mendapatkan perlindungan, begitu juga keturunannya, mendapatkan perlindungan.

Dari mana?

 مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ

(dari godaan syaithan).

Karena sesungguhnya syaithan adalah musuh,

 إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ 

(Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh buat kalian)

 إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ 

(Syaithan itu untuk kalian adalah musuh).

فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

"Maka jadikanlah syaithan adalah musuh bagi engkau"

Subhānallāh

Allāh Subhānahu wa Ta'āla firmankan:

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍۢ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ

Do'a Imrān diterima oleh Allāh, maka Allāh firmankan, 'Allāh Subhānahu wa Ta'āla menerima do'a yang dipanjatkan oleh Imrān. 

(QS Ali Imran: 37)

بِقَبُولٍ حَسَنٍۢ

"Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla menerima dengan yang terbaik" 

وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا

anbata yunbitu artinya tumbuh

وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan pertumbuhan yang ada pada badan Maryam adalah dengan pertumbuhan yang sempurna. 

وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا

Pertumbuhan dengan sempurna maksudnya adalah dia hidup sehat, dia hidup dengan normal.

Kenapa? 

Karena dia mendapatkan penjagaan dari Allāh dan itu adalah janji Allāh, karena Zakariyya memohon kepada Allāh, maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengijabahinya.

Maka demikianlah seorang mukmin tatkala kita hidup senantiasa berharap kepada Allāh dan tidak boleh berputus-asa, bagaimana mungkin Allāh akan memberi jika kita tidak meminta, bagaimana kita akan mendapatkan jika kita tidak meminta. 

Umar bin Khaththāb radhiyallāhu 'anhu pernah berkata:

"Aku tidak khawatir seseorang berdo'a kemudian tidak diijabahi, yang aku khawatirkan adalah seseorang itu lupa berdo'a"

Dan di sini Imrān berdo'a kepada Allāh dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengijabahinya وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا.

وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا

"Dan yang mengkafil (yang menjadi pengasuh) adalah Zakariyya"

Diayat lain dikatakan:

وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

"Dan wahai engkau Muhammad tidak mengetahui bagaimana tatkala mereka berselisih" 

(QS Ali Imran: 44)

أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ 

"Siapakah yang hendak mengasuh Maryam?" 

Kenapa? 

Karena masing-masing berharap untuk mengasuh Maryam.

أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

"Siapa diantara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa"

(QS Ali Imran: 44)

Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan kabar di dalam Al-Qur'ān untuk Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa Sallam di mana (ternyata) saudara-saudara Imrān, semuanya berharap untuk bisa menjadikan Maryam sebagai anak asuhnya, dan tatkala diundi أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ - siapakah إِذْ يَخْتَصِمُونَ
yang hendak mengasuh Maryam dan ternyata yang mengasuh Maryam adalah Zakariyya. 

Maka Allāh firmankan: وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا Maryam diasuh oleh Zakariyya. 

Apakah yang terjadi? 

Salah satu yang diberitakan bahwasanya,

  كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ 

Setiap kali Zakariyya hendak masuk ke dalam mihrāb, hendak berdo'a kepada Allāh (bermunajat, beribadah kepada Allāh), apakah yang dijumpai oleh Zakariyya? وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًۭا - ajaib. 

Kenapa? 

Setiap Zakariyya hendak beribadah maka dia jumpai Maryam itu mendapatkan rezeki, ketika musim panas biasanya buah yang muncul adalah kurma, dan ketika musim dingin buah yang biasa dijumpai adalah buah yang datang di waktu musim dingin. 

Tetapi ini ajaib, di waktu musim panas ternyata Zakariyya mendapatkan buah yang muncul di waktu musim dingin jika musim dingin Zakariyya menjumpai Maryam mendapatkan buah yang buah yang biasa muncul di musim panas.

Maka dikatakan: 

كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًۭا

"Maryam membawa buah, Maryam membawa makanan selalu kecukupan."

(QS Ali Imran: 37)

Demikian Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjaga orang yang menjadi kehendak Allāh agar dia senantiasa memperoleh yang terbaik.

 نحتفظ بهذا اقدر

Matur Nuwun atas perhatiannya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Minggu, 22 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqoh 61: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Kedua

🌍 BimbinganIslam.com
Senin 08 Rabi'ul Akhir 1442 H/ 23 November 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqoh 61: Hadīts Ubādah bin Shāmit Bagian Kedua
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-061
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KETIGA*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه،  لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا ورسولا رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 


Ikhwan wa akhawati fīllāh rahimakumullāh.

Kita lanjutkan. Upaya seseorang untuk memperoleh ikhlas adalah dengan mengingat mati. Orang suatu saat akan wafat dan ingat bahwasanya dengan seseorang itu wafat, maka harta yang dia miliki akan menjadi warisan (pakaian, kendaraan). Semua akan ditinggal, yang tersisa adalah amalnya.

Ingatlah, ketika seseorang itu ingin memperoleh ikhlas maka ingatlah kematian. Suatu saat akan berada di dalam kuburan, sendiri. Tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali amalnya.

Maka kalimat: لَا إلَهَ إلَّا اللّهَُّ adalah sesuatu kalimat yang azhim. Upaya seseorang untuk memperoleh ikhlas adalah tidak beramal kecuali karena Allāh, bukan karena pujian.

Seseorang, untuk memperoleh ikhlas adalah tidak memperdulikan ucapan orang.

Pepatah Arab mengatakan: 

 رضا الناس غاية لا تدرك

_"Mencari keridhaan manusia itu tidak akan ada habisnya."_

Selanjutnya:

وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

_"Dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allāh dan Rasūl-Nya."_

 وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ 

_"Dan bahwasannya Isa adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya."_

Isa adalah putra dari Maryam. Maryam adalah wanita yang shalihah. 

Disebutkan di dalam Al Qur'ān:

إِذْ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ عِمْرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرْتُ لَكَ مَا فِى بَطْنِى مُحَرَّرًۭا فَتَقَبَّلْ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

_Ingatlah, tatkala isteri 'Imrān berkata, "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."_

(QS. Āli Imrān: 35)

Istri Imrān dalam keadaan hamil, dan dia adalah wanita yang mulia dan dia berharap apa yang dikandungnya menjadi keturunan yang baik. 

Subhānallāh.

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ 

_Maka tatkala isteri 'Imrān melahirkan anaknya, diapun berkata, "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allāh lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak,"_

(QS.  Āli Imrān: 36)

Laki laki itu berbeda dengan perempuan. Maka berdasarkan ayat ini maka seorang laki-laki harus memahami bahwasanya istri yang dia miliki adalah istri yang lemah. Jika seseorang memiliki anak perempuan, maka dia harus tahu bahwasanya anak perempuan yang dia miliki adalah lemah karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan:

 وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ

 _"Laki-laki berbeda dengan perempuan."_

Laki-laki kuat badannya, laki-laki kuat fisiknya, laki-laki berisi dan berotot. Laki-laki kuat akalnya, laki-laki kuat semuanya. Badannya kuat, berotot dengan kehidupan yang dia lalui juga bisa kuat, pekerjaan yang dia lalui juga dia bisa bersabar.

Laki-laki jika memiliki masalah dia cenderung diam, dan tidak mudah untuk goyang. Jika dia bercerita tentang masalahnya hanya kepada orang yang dia percaya. Jika temannya dipercaya, tidak akan menceritakan masalahnya, dia akan cerita. Selebihnya dia simpan sendiri. Yang tidak pantas orang lain tahu tidak perlu cerita, berbeda dengan perempuan.

Perempuan lemah fisiknya. Perempuan perasaannya jauh di kedepankan. Perempuan kadang diam-diam menangis. Berapa banyak ibu-ibu, khususnya mendekati lebaran, meneteskan air mata menangis, ingat anaknya, ingat cucunya. Apalagi kalau dikabari bahwa mereka tidak bisa pulang, tambah menangis. Tapi kadang kemudian diam, "Bu, tidak usah nangis Bu," "Iya," tapi tetap nangis.

Dan kemudian anak minta nomor rekening, "Bu, nyuwun nomor rekening tak kirim mawon." "Yo wes, rapopo gak mulih, rapopo."

Subhānallāh 

Perempuan lemah, fisiknya lemah, perasaannya lemah. Perempuan kadang diam, kenapa? Karena tidak ada yang diajak berbicara. 

Begitu temannya datang, "Oh, Măsyā Allāh," karena sudah sepuluh tahun lebih tidak bertemu pagi sampai siang cerita, bisa kuat. Kenapa, masing-masing cerita sama temannya selama 10 tahun di ringkas. 

Subhānallāh.

وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ

Perempuan lemah, maka disini seorang laki-laki hendaknya  berlaku bijak kepada istrinya dan anak perempuannya.

Kenapa? 

Karena perempuan itu lemah.

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan di dalam satu hadīts:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ منكم مِنْ إِحْدَاكُنَّ 

_"Aku tidak pernah menjumpai seseorang yang memiliki akal yang lemah, agama yang kurang, ternyata bisa mampu mengoyahkan prinsip yang ada pada seorang laki-laki yang kuat."_

(HR Al Bukhari no 304. Kitabul Haidh, Bab Tarkul Haa'idhi Ash Shaum)

Subhānallāh.

Terkadang sebagian laki-laki ingin sedekah dengan jumlah yang banyak, karena ketahuan istrinya, istrinya mengatakan, "Mbok ojo okeh-okeh (jangan banyak-banyak)." Akhirnya bagaimana? Dia tetap sedekah tetapi berkurang jumlahnya.

Tapi ada juga seorang wanita, ketika suaminya akan bersedekah sekian, justru dia (istrinya) mengatakan, "Tambah sedekahnya, lebih banyak lagi pak," māsyā Allāh. 

Yang jelas Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan bahwasanya perempuan: نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ , akalnya tidak sempurna, agamanya juga demikian. Tapi ternyata bisa menggoyahkan prinsip yang ada pada seorang laki-laki yang kuat.

Subhānallāh.

Maka Allāh menyebutkan: وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ.

Dikatakan bahwasanya bagaimana perempuan itu: نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ. 

Bukankah jika dia haidh tidak shalat, bukankah jika dia haidh tidak berpuasa? Inilah yang bisa membuat seorang perempuan menjadi: نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ. 

Tetapi semua ini muqaddar (atas kehendak Allāh).

 نحتفظ بهذا اقدر

Matur Nuwun atas perhatiannya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________

Rabu, 18 November 2020

Kitāb At-Tauhīd🔊 Halaqoh 60: Hadīts Ubādah bin Shāmit

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 04 Rabi'ul Akhir 1442 H/ 19 November 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitāb At-Tauhīd
🔊 Halaqoh 60: Hadīts Ubādah bin Shāmit 
⬇ Download audio: bit.ly/UAB-KT-060
〰〰〰〰〰〰〰

*HADĪTS UBĀDAH BIN SHĀMIT BAGIAN KEDUA*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه . لاحول ولاقوة إلا بالله ، رضيت بالله ربا و بالإسلام دينا و بمحمد نبيا و رسولاً رَبِّ زدْنيِ عِلْماً وَ رْزُقْنيِ فَهْماً 

Ikhwan wa akhawatiy fīllāh rahimakumullāh.

Syaikh Abdul Azīz Al Hajj di Mekkah pernah memberikan penjelasan pada salah satu isi ceramah beliau, bahwasanya di zaman dahulu ada seorang suami. Pagi mau berangkat  bekerja, istrinya membawakan bekal makanan dan minuman dan dia bawa bekal dan minuman tersebut ke pasar.

Istri yang di rumah menganggap dan mengira suaminya akan sarapan di pasar. Sampai di pasar ternyata makanan yang dia bawa, minuman yang dia bawa, dia bagikan kepada faqir dan miskin. 

Orang-orang pasar mengatakan:

"Bapak ini, orang ini, sudah sarapan di rumah, sehingga sisa sarapannya di bawa ke pasar."

Subhānallāh.

Orang pasar tidak tahu, kalau orang ini puasa, bahkan istrinya pun juga tidak tahu kalau suaminya berpuasa, luar biasa, إحفع الأعمل, menyembunyikan amal.

Ada seorang yang bernama Uwais Al Qarni. Uwais Al Qarni, orang yang mendapatkan pujian dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwasanya do'anya mustajab. Jika dia berdo'a maka dia mustajab.

Uwais Al Qarni pernah mendapatkan suatu keadaan yang berat, di mana beliau memiliki penyakit barrash yaitu penyakit belang di badannya. Dan beliau berdo'a kepada Allāh semuanya sembuh kecuali tinggal sebenar uang logam.

Dan dia (Uwais Al Qarni) sangat berbakti kepada ibunya, maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam suatu saat pernah bersabda:

"Akan datang Uwais dari Qarn,  jika kalian berjumpa dengannya maka mintalah do'a darinya, karena sesungguhnya jika dia berdo'a maka do'anya akan mustajab."

Sehingga salah satu yang diberitakan adalah jika ada orang-orang Yaman datang ke kota Madīnah, maka Umar senantiasa berkata dan bertanya:

"Apakah di antara kalian ada seorang yang bernama Uwais?" "Tidak ada," maka Umar pun meninggalkannya.

Sampai suatu saat jawaban yang diharapkan pun datang, Umar bertanya dan berkata:

"Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais?" 

Dijawab, "Ada."

Maka Umar pun memanggilnya dan Uwais pun mendekat kepadanya, Umar berkata dan bertanya:

"Apakah dahulu engkau pernah kena penyakit barrash dan Allāh sembuhkan kecuali tinggal sebesar uang logam?"

Maka dikatakan, "iya."

Kemudian Umar bertanya:

"Apakah dahulu engkau memiliki ibu dan engkau senantiasa berbakti kepadanya?" 

Maka Uwais berkata, "Benar."

Kemudian Umar berkata: 

"Sungguh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda seperti ini: Jika kalian berjumpa dengannya (Uwais) maka mintalah do'a darinya.

Atas dasar itulah Umar bin Khaththāb meminta doa kepada Uwais agar mendo'akan.

Maka Uwais pun berdo'a. Sesudah Uwais berdo'a, maka salah satu yang ditanyakan oleh Ummar:

"Uwais, engkau mau kemana?"

Maka Uwais berkata, "Ke Kuffah."

Maka  Umar berkata:

"Aku akan berikan kepada engkau kertas dan aku akan tulis. Jika engkau sampai di sana  maka gubernur akan memberikan pelayan kepada engkau." 

Apakah kata Uwais? 

Uwais berkata:

"Aku hidup tenggelam dengan keadaan, tenggelam dibanyak orang, tidak terkenal di kalangan khalayak, jauh lebih aku sukai daripada aku menjadi orang yang terkenal."

Subhānallāh.

Bagaimanakah perbedaan Uwais dengan orang-orang di zaman sekarang? 

Zaman sekarang orang dikenal dengan hubbuzh zhuhur yang artinya gemar nampil. Gemar tampil, gemar atau suka tenar atau yang dikenal dengan sebutan pencitraan.

نحتفظ بهذا القدر

Matur Nuwun atas perhatiannya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

____________________